BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dulu,
kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di
lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir, yang dengan demikian
kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Namun sekarang,
kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan, tetapi merupakan suatu disiplin ilmu
yang dapat dipelajari dan diajarkan. Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk
menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa serta kemakmuran. Tambahan nilai
dan kemakmuran ini diciptakan oleh individu wirausaha yang memiliki keberania
untuk menanggung resiko, menghabiskan waktu serta menyediakan berbagai produk
barang dan jasa. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh wirausaha tidak selalu
merupakan barang baru, tetapi harus memiliki nilai baru dan berguna.
Kewirausahaan
tidak selalu identic dengan perilaku dan watak pengusaha, karena sifat ini juga
dimiliki oleh mereka yang ukan pengusaha. Wirausaha meliputi semua aspek
pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintah. Wirausaha adalah mereka yang
melakukan usaha-usaha kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan
meramu sumber daya untuk menemukan peluang. Wirausaha adalah seseorang yang
mengorganisasikan, mengoperasikan, dan memperhitungkan risiko untuk sebuah
usaha yang mendatangkan laba.
Dalam
era globalisasi saat ini, wirausaha mengalami persaiangan yang sangat ketat.
Beberapa factor penentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneur di
seluruh pelosok dunia. Persaiangan pasar yang mendunia mendorong seorang
entrepreneur harus memiliki suatu karya yang kreatif dan inovatif untuk terus
mampu bersaing dalam era globalisasi ini. Wirausaha yang kini dapat dipelajari
oleh seluruh kalangan, bahkan tidak lagi membutuhkan modal yang relative besar
kini seolah-olah menjadi santapan bagi sebagian besar individu dunia untuk
mencari nafkah. Namun dalam prakteknya ternyata tidaklah semudah teori
wirausaha. Dalam prakteknya seorang wirausahawan tidak menutup kemungkinan
jatuh bangun berulang kali dalam memperjuangan bisnis atau usahanya. Diperlukan
ketekunana, keuletan, kejujuran, keberanian dalam mengambil risiko tanpa
menghilangan pertimbangan-pertimbangan yang matang, dan lain sebagainya harus
dimiliki oleh seorang entrepreneur. Oleh sebeb itu;ah kami membuat sebuah makalah
yang akan mengupas konsep dasar peluang dan tantangan entrepreneur dalam era
globalisasi, juga konsep dasar pendirian lembaga pendidikan sebagai salah satu
bidang wirausaha yang menggiurkan di era globalisasi ini. Semoga dengan adanya
makalah ini semua pihak yang membaca dapat mengerti dan memahami dengan baik
terkait hal yang akan kami bahas ini.
B. Batasan
Masalah
Batasan
masalah pada makalah ini adalah bagaimana seorang entrepreneur menghadapi peluang
dan tantangan dalam era globalisasi dan bagaimana konsep dasar dalam pendirian
lembaga pendidikan.
C.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah yang kami susun sebagai berikut :
1.
Konsep
dasar peluang dan tantangan entrepreneur dalam era globalisasi
2.
Fenomena
bisnis keluarga
3.
Perbedaan
kompetensi dan kesempatan antara entrepreneur pria dan wanita
4.
Cara
membangun competitive advantage organisasi melalui etos kerja
5.
Konsep
dasar pendirian lembaga pendidikan
6.
Konsep
analisis kebutuhan dan studi kelayakan lingkungan
7.
bentuk
regulasi dan culture dunia pendidikan
8.
Aspek
competitive advantage lembaga pendidikan melalui business plan, marketing plan, dan human resource plan
D. Tujuan
Penulisan
Ada
beberapa hal yang ingin kami sampaikan kepada para pembaca lewat makalah ini.
Beberapa diantaranya adalah agar para pembaca memahami betul hal-hal terkait
tantangan, peluang, ataupun kesempatan bagi para entrepreneur bagi bisnis atau
usaha yang sedang atau yang akan dijalaninya dalam era globalisasi ini. Selain
itu kami juga ingin menginformasikan konsep dasar pendirian lembaga pendidikan
sebagai salah satu objek wirausaha dalam era globalisasi ini. Semoga makalah
ini dapat menjadi bahan pertimbangan atau dapat memberikan tambahan pemahaman
terkait hal-hal tersebut.
E.
Metode Penulisan
Untuk mendapatkan
data dan informasi yang diperlukan, kami mempergunakan metode kepustakaan dan
internet . Adapun teknik-teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1.
Teknik
browsing internet
2.
Studi
pustaka
F.
Sistematika Penulisan
Pada
makalah ini kami memulai penulisan dengan penulisan kata pengantar sebagai
ucapan terima kasih dan ucapan syukur kami atas selesainya makalah ini tepat
pada waktunya, dilanjutkan dengan daftar isi makalah ini. Kami juga menyertakan
latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode
penulisan, dan sistematikan penulisan pada bab satu, yaitu bab pendahuluan. Kemudian
pada bab kedua, bab kajian teori akan membahas seluruh teori-teori terkait
topic bahasan dalam makalah ini. Pada bab ketiga akan dipaparkan hasil
observasi bidang wirausaha yang sudah kami datangi sebagai objek penelitian
makalah ini. Dalam bab ketiga ini, kami juga akan menyertakan pendahuluan yang
berisi profil usaha dan sejarah terbentuknya usaha tersebut. Kemudian akan
disertakan juga bagaimana marketing plan,
human resource plan, dan business
management usaha tersebut juga kendala-kendala yang terjadi saat proses
pembuatan usaha tersebut disertai dengan solusinya. Kemudian akan dilanjutkan
dengan kesimpulan dan saran.
BAB II
KAJIAN TEORI
I.
Konsep Dasar Peluang dan Tantangan Entrepreneur pada Era
Globalisasi
Salah
satu sifat wirausaha adalah kemampuannya mencermati peluang usaha dengan
memanfaatkan kemampuan berfikir kreatif dan inovatif. Selanjutnya mewujudkannya
sebagai sarana mencapai kesejahteraan hidup diri sendiri, keluarga, dan
masyarakat. Secara umum berbagai hal yang dapat menjadi peluang untuk
berwirausaha adalah :
a.
Produk
yang sudah ada
Produk
yang sudah beredar di pasaran dapat dijadikan sumber untuk berusaha dengan
jalan meniru produk tersebut. Tetapi produk yang akan ditawarkan oleh wirausaha
harus memiliki perbedaan (walaupun sedikit) dari produk yang ditiru tersebut.
Perbedaan tersebut dapat berupa kualitas, kenyamanan, kegunaan dan harga.
b.
Pameran
dagang
Pameran
dagang umumnya dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menginformasikan produk –
produk barunya. Anda dapat mencari ide dengan melihat produk – produk baru
tersebut. Dengan mengunjungi pameran, Anda juga dapat bekerja sama dengan
pemilik produk untuk memasarkan produk mereka.
c.
Lembaga
pemerintah
Di Indonesia terdapat beberapa lembaga pemerintah yang
memiliki tugas membantu menginformasikan berbagai hal tentang produk dan dunia
usaha. Di antara lembaga pemerintahan tersebut, ada yang menawarkan bantuan
modal dalam bentuk pinjaman bergulir.
d.
Lembaga
pendidikan
Lembaga
pendidikan, misalnya perguruan tinggi memiliki misi tidak hanya mengembangkan
pendidikan dan pengajaran tetapi juga mengembangkan penelitian dan kegiatan
pengabdian pada masyarakat. Dengan membaca hasil penelitian dan pengabdian pada
masyarakat, Anda dapat menemukan ide berkaitan dengan produk yang akan
dikembangkan
Dalam
konteks persaingan global yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak tantangan
yang harus dihadapi. Setiap orang akan bersaing dengan memanfaatkan segala
sumber daya yang ia miliki, dan yang unggul lah yang akan memenangkan
persaingan. Seseorang yang ingin sukses tidak hanya bergantung pada kemampuan
berpikir atau mengandalkan ilmu yang ia miliki, namun juga harus memiliki
keterampilan yang kreatif dan inovatif.
Tantangan
persaian global, pertumbuhan penduduk, pengangguran, tanggungjawab sosial,
keanekaragaman ketenagakerjaan, etika, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan,
dan gaya hidup beserta kecenderungannya merupakan tantangan yang saling
terkait. Untuk menghadapi tantangan tersebut diperlukan sumber daya berkualitas
yang dapat menciptakan berbagai keunggulan, baik keunggulan komparatif maupun
keunggulan kompetitif, di antaranya melalui proses kreatif dan inovatif
berwirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global diperlukan barang dan jasa
yang punya daya saing tinggi yang juga hanya bisa dihasilkan oleh sumber daya
manusia yang berkualitas tinggi, yaitu sumber daya manusia yang professional
dan terampil.
Sumber
daya manusia yang berkualitas tinggi tersebut hanya dapat disediakan lewat
system pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya yang kreatif dan
inovatif. Pendidikan harus diarahkan menyongsong era ekonomi global yang
menciptakan kompetensi dan kesempatan di tingkat global. Ekonomi global
memunculkan berbagai peluang pasar di dunia bagi setiap wirausaha. Hal itu
mendorong terjadinya globalisasi perdagangan dunia.
Tantangan berwirausaha
ü
Ketidakmampuan
memanaje
ü
Kurang
pengalaman
ü
Ide
untuk membuka usaha seringkali datang karena pola ikut – ikutan
ü
Pengendalian
keuangan yang buruk
ü
Lemahnya
usaha pemasaran
ü
Kegagalan
mengembangkan perencanaan strategis
ü
Pertumbuhan
tak terkendali
ü
Lokasi
yang buruk
ü
Pengendalian
persediaan yang tidak tepat
ü
Penetapan
harga yang tidak tepat
A.
Fenomena
Bisnis
Keluarga
Bisnis keluarga adalah salah satu jalan untuk
berwirausaha. Bisnis keluarga ditandai dengan keterlibatan dua orang atau lebih
sanggota keluarga dalam bisnis tersebut. Lingkup dan luas keterlibatan anggota
keluarga dalam operasi dan pemilikan bisnis bervariasi menurut ukuran bisnisnya.
Perusahaan keluarga merupakan fenomena tersendiri dalam
dunia bisnis. Selain jumlahnya yang sangat banyak, perusahaan keluarga
mempunyai andil yang cukup signifikan bagi pendapatan Negara. Menurut hasil
penelitian Backard & Dyes dari 15 juta perusahaan besar di Amerika Serikat
adalah bisnis atau perusahaan yang didominasi oleh kelompok-kelompok keluarga.
Bahkan sampai sekarang, penggerak utama perekonomian dan bisnis di Indonesia
masih didominasi perusahaan keluarga (Djatmiko, 2007). Contohnya: AJBS
Swalayan, Grup Konimex, Grup Lippo, Grup Sosro, Grup Mustika Ratu.
Perusahaan keluarga biasanya bersifat tertutup dan
dimiliki secara pribadi, dimana pemilik memiliki kendali total terhadap
perusahaan.
ü Bentuk-bentuk bisnis keluarga
Efektif atau
tidaknya peran keluarga dalam perusahaan dapat dilihat dari ketiga bentuk
bisnis keluarga berikut. Karakter dari ketiga bentuk ini tidak sama. Yaitu:
·
Family owned business (FOB). Pada
bentuk FOB keluarga hanya sebagai shareholder, pengelolaan perusahaan
diserahkan kepada eksekutif profesional dari luar lingkungan keluarga, dan
saudara yang lain tidak ikut mengendalikan perusahaan.
·
Family business (FB). Pada FB,
keluarga bertindak sebagai shareholder juga mengurus perusahaan artinya
perusahaan dimiliki dan dikelola oleh anggota keluarga pendiri.
·
Business family (BF). Bentuk perusahaan
BF keluarga sebagai pemilik perusahaan cenderung menekankan pada hubungan
kekerabatan saja.
Motivasi orang untuk membuka bisnis bersama keluarga
bermacam-macam, ada yang menginginkan bisnis keluarga sebagai sumber
penghasilan utama, sementara yang lain hanya untuk sampingan, penyaluran minat
dan hobi saja, atau meneruskan usaha keluarga.
Kiat Sukses
Bisnis Keluarga Faber-Castell yang bertahan selama 8 Generasi atau 250 Tahun
menurut Ben Abadi (Indonesia’s Profit Expert):
·
Mempunyai nilai-nilai dasar yang kuat
seperti kerajinan, kerendahhatian, dan ketulusan.
·
Melihat generasi penerus sebagai
‘jalinan’ dan melihat pertumbuhan sebagai indikasi kelanggengan bisnis keluarga
tersebut
·
Menjalankan bisnis keluarga secara
professional, transparan, layaknya perusahaan publik.
Untuk sukses
dalam mengembangkan bisnis keluarga
sangat tergantung dengan kepedulian anda untuk tetap melakukan innovasi dan
antara pemengang sahan beserta management. Percikan-percikan kecil harus segera
dibereskan sebelum menimbulkan ketegangan dalam hubungan berbisnis.
B.
Perbedaan kompetensi dan kesempatan antara entrepreneur
pria dan wanita
Wirausaha adalah sesuatu yang menyukai perubahan,
melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dari orang lain, menciptakan
nilai tambah, serta memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lai. Siapapun
(baik pria maupun wanita) pasti berani mencoba berbisnis, bila mengetahui
beberapa fakta berikut ini :
1.
DNA
perilaku bisa berubah
Takut
memulai bisnis, tidak memiliki tantangan, tidak tahu harus berbisnis apa,
pertanyaan itu bisa dijawab dengan teori DNA perilaku yang bisa berubah. Jika
hanya bergaul di lingkungan pekerja maka akan terbentuk cara berpikir yang
hanya mencari aman, mengejar gaji tetap, berusaha naik gaji, mengejar
fasilitas, dan akhirnya dapat pension. Selamanya anda akan takut meninggalkan
zona nyaman. Kalau anda orang seperti itu, cobalah memperluas pergaulan dengan
para pengusaha yang terbiasa berpikir optimis. Sedikit demi sedikit cara
berpikir dan perilaku anda bisa berubah, sehingga anda tertantang untuk
berbisnis.
2.
Mendikte
pasar
Jangan
takut memulai usaha. Teori marketing mengatakan mulailah dari pasar. Sedangkan
teori kewirausahaan menyarankan, mulailah dari apa yang anda sukai. Jika
mengerjakan apa yang anda sukai, anda akan menemukan pasar sendiri, karena anda
dapat dengan mudah memodifikasi ide-ide anda. Contohnya adalah mendiang Anita
Roddick. Awalnya berbagai produk perawatan tubuh yang diramunya dikomentari tidak
ada pasarnya. Namun sebagai aktivis lingkungan, Anita bisa meramalkan perilaku
orang kedepan, maka pasar pun bisa didikte olehnya. Contoh lain, Southwest yang
membuat penerbangan murah, yang kemudian diikuti oleh perusahaan penerbangan
lainnya. Zafira, perusahaan busana muslim yang gencar mengupayakan agar kiblat
busana muslim berada di Indonesia, bukan di Arab. Pengusaha harus bisa
menerobos cara berpikir konsumen.
Manfaatkan
kelebihan khas wanita :
a)
Bisa
bernegosiasi secara professional sekaligus luwes
b)
Mampu
mengurus sesuatu dengan detail
c)
Bisa
berperan ganda, karena di lain sisi wanita adalah istri dan ibu
3.
Tahan
banting
Menjaga
gairah bisnis agar tahan banting. Lakukan lompatan-lompatan kecil namun
menghasilkan keuntungan. Misalnya, untuk mendirikan salon orang tidak perlu
langsung menyewa ruang di mall. Mulailah dari rumah dahulu.
4.
Tekan
risiko
Salah
satu kemampuan yang harus dimiliki wirausaha adalah mampu menghadapi
risiko.takut boleh saja, karena hal itu membuat orang mau bekerja keras. Namun
sebenarnya risiko bisa ditekan dengan :
1.
Dilarang
nekal.mengukur risiko ibarat mengukur dalamnya sungai. Pelajari sungai
perlahan-lahan, dengan mencelupkan kaki. Lewati sungai selangkah demi selangkah
sambil menambah keberanian, dengan bantua sebuah kayu pengukur kedalaman,
sampai akhirnya berani mengambil risiko setelah melewati perhitungan yang
matang.
2.
Memiliki
pengetahuan. Pengetahuan yang luas membuat seorang pengusaha percaya diri. Gali
berbagai informasi, ikuti berbagai pelatihan.
3.
Memilih
partner kerja dan pegawai berdasarkan kompetensi. Sahabat sekalipun belum tentu
cocok sebagai teman usaha. Jika perlu minta batuan professional untuk
menyeleksi dan merekrut pegawai.
4.
Perluas
jejaring. Kita cenderung nyaman dengan orang yang berlatar belakang sama.
Sebagai pengusaha, utamakan memperluas jejaring dengan siapa saja dan dari
kalangan mana saja,
5.
Open minded dan bisa menerima perubahan. Realitas bisnis adalah peburahan.
Sumber : Dikutip dari Majalah Femina No. 12/XXXVI.20-26
Maret 2008, hal 45.
WANITA SEBAGAI PENGUSAHA : JANGAN TAKUT BERBISNIS
(RHENALD KASALI)
C.
Cara membangun competitive advantage organisasi melalui
etos kerja
Melalui pengamatan terhadap karakteristik
masyarakat di bangsa-bangsa yang mereka pandang unggul, para peneliti menyusun
daftar tentang ciri-ciri etos kerja yang penting. Misalnya etos kerja Bushido
dinilai sebagai faktor penting dibalik kesuksesan ekonomi Jepang di kancah
dunia. etos kerja Bushido ini mencuatkan tujuh prinsip, yakni:
1. Gi - keputusan yang benar diambil dengan sikap yang benar berdasarkan
kebenaran; jika harus mati demi keputusan itu, matilah dengan gagah, sebab
kematian yang demikian adalah kematian yang terhormat
2. Yu - berani dan bersikap kesatria:
3. Jin - murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama:
4. Re - bersikap santun, bertindak benar:
5. Makoto - bersikap tulus yang setulus-tulusnya, bersikap sungguh dengan
sesungguh-sungguhnya dan tanpa pamrih:
6. Melyo - menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan, serta
7. Chugo - mengabdi dan loyal.
I.
Konsep Dasar Pendirian Lembaga Pendidikan
A. Sejarah
Berdirinya Bimbingan Belajar Solusi
Seorang
entrepreneur penting untuk memiliki kemampuan melihat peluang. Begitulah cikal
bakal pendirian bimbingan belajar SOLUSI ini. Melihat bahwa dunia pendidikan
menuntut kualitas yang semakin tinggi, sebagai peluang untuk dapat mendirikan
lembaga pendidikan. Bimbingan belajar solusi didirikan sejak tanggal 14
Februari tahun 2008. Pendiri bimbel ini adalah Hadi Maryadi seorang Sarjana
Teknik, Ari Wibowo lulusan D3 Manajemen Keuangan, dan Muhadis Ramadan lulusan D3 Manajemen
Pemasaran. Sekilas jika kita perhatikan mereka bertiga tidak memiliki basic
pendidikan, namun bisa dikategorikan sukses dalam membuat bisnis jasa di bidang
pendidikan.
Ide awal mendirikan bimbel ketika Muhadis
Ramadan bekerja sebagai markerter terbaik di salah satu bimbel ternama yaitu
bimbel Bintang Pelajar selama 6 bulan dan terinspirasi untuk membuat semacam
les privat. Awalnya memang hanya dimulai dengan les privat, karena dinilai
bagus maka ada ide untuk menggabungkan anak-anak yang mengikuti les privat yang
dimiliki oleh teman-teman Muhadis untuk membuat sebuah bimbingan belajar.
Cabang pertama
yang didirikan terletak di Jl. Kayu Manis, cabang pertama ini sekaligus juga
digunakan sebagai kantor pusat sementara. Tahun pertama sepanjang 2008 bimbel
ini telah mampu berekspansi memperbanyak cabang hingga 4 cabang. Tahun
berikutnya secara berurutan yaitu tahun 2009 bertambah 10 cabang, tahun 2010
bertambah 10 cabang, tahun 2011 sekitar 8 cabang, dan tahun 2012 juga sedang
dalam proses untuk menambah cabang bimbel.
Terhitung sejak berdiri tahun 2008 hingga tahun 2012 Bimbel SOLUSI telah
memiliki sebanyak 42 cabang, dimana dari jumlah tersebut terdiri atas 8 cabang
mandiri dan 34 cabang fran-chise.
Cabang mandiri
merupakan bimbel yang dikelola langsung oleh direksi/pendiri dan jajaran dalam
struktur organisasi pusat, sedangkan untuk cabang fran-chise cabang ini dapat
dimiliki oleh perorangan dengan prosedur dan sistem tetap menganut sistem yang
terdapat di Bimbel SOLUSI pusat termasuk modul, bentuk soal dan lain-lain, yang
membedakan dengan cabang mandiri adalah seseorang yang ingin membeli fran-chise
ini dikenakan fran-chise fee sebesar Rp. 7.000.000,- per tahun dan royalti fee
sebesar 6,5 % dari omzet (penghasilan kotor). Sehubungan dengan hal tersebut
tpemilik fran-chise memiliki tambahan hak dan wewenang untuk menentukan harga
masuk seseorang yang akan mengikuti bimbel namun masih dalam harga wajar,
diketahui dan disetujui oleh bimbel pusat.
B. Analisis
Kebutuhan dan Studi Kelayakan Lingkungan
·
Hasil
Observasi:
Pendirian bimbel
tidak serta merta melihat animo masyarakat terkait maraknya bimbel yang semakin
banyak. Bimbel SOLUSI dalam mendirikan cabang didasarkan pada analisis
kebutuhan di masyarakat dengan melihat fakta data jumlah penduduk terutama
banyaknya jumlah penduduk yang berusia SD s.d SMP di suatu wilayah. Menaksir
pendapatan rata-rata penduduk, melihat berdasarkan tingkat kesibukan orang tua,
dan melihat apakah di wilayah tersebut
sudah ada bimbel yang didirikan atau belum. Jika wilayah tersebut banyak usia
anak SD dan SMP, telah ada bimbel, lingkungan orangtua yang tingkat
kesibukannya tinggi, serta pendapatan yang jelas maka sangat layak untuk
mendirikan bimbel. Keadaan ini dijadikan sebagai peluang emas dan menantang
untuk terus berekspansi memperbanyak cabang.
C.Menjelaskan
bentuk regulasi dan culture dunia pendidikan
Masyarakat memiliki kesempatan yang seluas-lusnya untuk
berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya melalui program
kursus. Ketentuan ini diatur oleh undang-undang sistem pendidikan. Kursus
sebagai salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal sangat
fleksibel dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan dunia usaha/industri. Kursus diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan
bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan
diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyelenggaraan kursus harus dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Negara sebagai bagian dari
akuntabilitas publik.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 62 mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan
formal dan nonformal wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah.
Dasar
Hukum
-
Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
-
Undang-undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
-
Undang-undang Nomor 34
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
-
Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
-
Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 tentang Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kerja
-
Keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 261 /U/1999 tentang Penyelenggaraan Kursus
·
Penerbitan Izin Kursus
Izin
kursus diterbitkan oleh Bupati/Walikota atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/
Kota atas nama bupati/walikota, sebagai bentuk pemberian legalitas atas
penyelenggaraan kursus di wilayah kerjanya
·
Izin kursus bertujuan untuk:
-
Memudahkan dalam pembinaan
don pengembangan kursus
-
Memelihara don meningkatkan
mutu penyelenggaraan
-
Mengarahkan, menyerasikan
don mengembangkan kursus guna menunjang suksesnya program pembangunan bidang
pendidikan
-
Melindungi kursus terhadap
penyalahgunaan wewenang, hak dan kewajiban setiap jenis kursus
-
Melindungi konsumen
·
Masa Berlaku
Izin
kursus berlaku 4 (empat) tahun dan dapat diperpanjang kembali dengan mengajukan
permohonan perpanjangan dengan melampirkan persyaratan-persyaratan yang
berlaku.
Apabila
lembaga yang mengajukan izin pendirian belum memenuhi persyaratan maka
pemerintah daerah dapat menerbitkan surat terdaftar hingga lembaga tersebut
memenuhi persyaratan untuk jangka waktu paling lama 6(enam) bulan.
·
Persyaratan dan Izin
a.
Izin penyelenggaraan kursus
bagi lembaga perseorangan, kelompok orang, lembaga sosial/yayasan, perseroan
terbatas harus melengkapi:
o Program
dan isi pendidikan dalam bentuk struktur kurikulum
o Jumlah
dan kualifikasi pendidik dan tenaha kependidikan
o Sarana
dan prasaeana yang memadai baik jumlah dan kualitasnya
o Pembiayaan
yang diuraikan dalam komponen biaya investasi, biaya personal (yang harus dikeluarkan
oleh peserta didik)
o Rencana
sistem evaluasi dan sertifikasi
o Rencana
manajemen dan proses pendidikan dalam bentuk uraian manajemen pengendalian mutu
dan metodologi pembelajaran
o Persyaratan
lain mengenai perizinan kursus yang bersifat administrasi ditentukan oleh
Pemerintah Daerah setempat
b.
Izin penyelenggaraan kursus bagi badan usaha
yang didirikan dalam rangkapenanaman modal asing ditambah persyaratan berikut:
§ Kerjasama
dengan lembaga kursus yang sudah mendapatkan ijin
§ Mendapatkan
rekomendasi dari Departemen Pendidikan Nasional
§ Mendapatkan
izin/keterangan penanaman modal asing dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) dan izin/keterangan dari Departemen Tenaga Kerja bagi yang menggunakan
tenaga kerja asing
c.
Ketentuan khusus:
Sekolah, perguruan tinggi atau institusi lain yang menyelenggarakan kursus untuk masyarakat umum dengan memanfaatkan sarana/prasarana milik pemerintah dapat mdiberikan izin kursus sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-perundangan yang berlaku.
Sekolah, perguruan tinggi atau institusi lain yang menyelenggarakan kursus untuk masyarakat umum dengan memanfaatkan sarana/prasarana milik pemerintah dapat mdiberikan izin kursus sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan-perundangan yang berlaku.
·
Prosedur pengurusan izin
ü Calon
penyelenggara kursus mengajukan izin untuk setiap jenis kursus yang akan
diselenggarakan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan melampirkan
persyarata-persyaratan yang ditentukan
ü Lembaga
kursus yang telah memperoleh izin harus memperpanjang izin kursus
selambat-lambatnya satu bulan sebelum izin kursus berakhir dengan melampirkan
fotocopy izin penyelenggaraan kursus sebelumnya dan persyaratan lain sesuai
ketentuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
·
Pengawasan dan Sanksi
Pengawasan
Pengawasan
·
Pemerintah, pemerintah
daerah, dewan pendidikan melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan
pada semua jenjang dan jenis pendidikan dan kewenangan masing-masing
·
Pengawasan dilakukan dengan
prinsip transparansi dan akuntabilitas public
Bentuk
Pelanggaran
Pelanggaran
atau penyalahgunaan izin penyelenggaraan dapat berupa:
a.
Penipuan publik, antara
lain memberikan janji-janji kepada peserta didik untuk disalurkan setelah
lulusan, tetapi ternyata tidak terbukti
b. Pemalsuan
dokumen
c. Penyalahgunaan
izin
Sanksi
a. Penyelenggara kursus yang beroperasi tanpa
izin dapat dikenai pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda
paling banyak 1 milyar rupiah
b. Bagi lembaga kursus yang menyalahgunakan
izin kursus maka dinas pendidikan kabupaten/kota dapat memberi sanksi berupa
teguran lisan, teguran tertulis, atau pencabutan izin kursus
D.
Menjelaskan aspek competitive advantage lembaga pendidikan
melalui business plan, marketing plan, dan
human resource plan
Sebelum
kita melangkah kepada dunia pendidikan, kita akan mengkaji terlebih dahulu apa
itu business plan, marketing plan, dan
human resource plan.
1.
Business Plan (Rencanan Bisnis)
Menurut Renald Kasali dkk, dalam bukunya Modul
Kewirausahaan, semakin besar risiko dan rumitnya proses produksi dan proses
transaksi bisnis, maka semakin kompleks pula rencananya. Demkian pula bila
rencana bisnis itu akan digunakan secara resmi untuk pihak-pihak terkait,
misalnya untuk kepentingan para investor, bankers, atau pemerintah.
Sebuah rencana bisnis merupakan sebuah “gudang” ide-ide
dalam menjalankan rencana bisnis anda. Dengan menuliskannya, anda akan mudak
untuk melihat atau meninjau kembali ide-ide tersebut. Sehingga, anda tetap
berada di jalur yang andarencanakan dan bisa membangkitkan antusiasme dan visi
bisnis anda pada saat anda kehilangan arah dan semangat.
Sebuah rencana bisnis harus disusun semenarik mungkin.
Tips dalam membuat rencana bisnis:
a)
Singkat dan padat. Membuat rencana bisnis dengan singkat dan padat dapat
membantu orang lain dapat mengerti, jelas, dan tertarik utnu mendengarkan dan
memahami lebih lanjut dalam waktu yang singkat.
b)
Terorganisasi rapi dengan penampilan menarik. Ini akan mempermudah kita untuk meyakinkan orang atau
pihak lain agar mau membaca rencana bisnis kita.
c)
Rencana yang menjanjikan. Rencana bisnis yang dibuat harus bisa meproyeksikan
rencana apa yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
d)
Hindari untuk melebih-lebihkan proyeksi. Meskipun rencana bisnis disusun berdasarakan
asumsi-asumsi, harus diingat bahwa asumsi tersebut tidak boleh dibuat tanpa
dasar yang jelas, apalagi jika terlalu dilebih-lebihkan.
e)
Kemukakan semua risiko bisnis yang signifikan. Inti dari bisnis adalah mengelola risiko. Untuk itu,
pembaca rencana bisnis anda harus mengetahui risiko-risiko yang berhubungan
dengan bisnis yang direncanakan. Ini akan membantu pembaca untuk lebih
realistis dalam menilai bisnis anda.
f)
Tim yang terpercaya dan
efektif. Ini merupakan
salah satu factor penting dalam membangun bisnis. Komitmen anda dan kompetensi
tim yang mendukiung usaha anda menjadi salah satu modal untuk meyakinkan
pembaca.
g)
Fokus.
Fokus pada suatu bisnis sebelum melangkah ke bisnis selanjutnya. Focus seorang entrepreneur adalah kemampuan menangkap peluang yang ada.
Ini berkaitan dengan komitmen kita untuk menjalankan bisnis yang direncanakan.
h)
Tentukan target pasar. Rencana bisnis yang baik harus mencantumkan target pasar
yang akan menjadi target mereka, perilaku konsumen, dan kajian tentang pola
pembelian.
i)
Realistis.
Buatlah proyeksi keuangan yang realistis yang bukan hanya dibuat berdasarkan
pikiran anda semata, melainkan sudah anda uji, bertanya ke sebanyak mungkin
narasumber, dan periksa kebenarannya. Jangan membuat usaha yang hanya indah di
atas kertas dan dalam lamunan anda saja.
j)
Spesifik.
Merumuskan sasaran-sasaran spesifik dalam periode waktu tertentu.
Hal-hal mendasar yang harus tercantum dalam sebuah
rencana bisnis :
a)
Rencana
bisnis anda diawali dengan ide bisnis yang ingin anda jalankan
b)
Alasan
bahwa ide rencana bisnis anda merupakan sebuah jawaban atas kebutuhan,
permintaan pasar, atau dapat menciptakan pasar baru
c)
Alasan
bahwa anda adalah orang yang paling tepat dalam menjalankan bisnis ini
d)
Penjelasan
mengenai cara mengembangkan bisnis anda dan bagaimana akan menghasilkan uang
atau memberi keuntungan
e)
Sasaran
pasar, siapa pembeli produk anda, dan bagaimana anda mendapatkan penjualan
f)
Rincian
mengenai dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis tersebut.
2.
Marketing Plan (Perencanaan Pemasaran)
Memasarkan
produk atau jasa anda merupakan suatu aspek bisnis yang penting. Bisnis tidak
akan berhasil jika anda tidak dapat menjual produk atau jasa anda.
3.
Human Resource Plan (Perencanaan SDM)
Para
wirausaha haruslah mengetahui bagaimana mempergunakan berbagai sumber daya
dalam lingkungannya untuk membantu dalam kegiatan-kegiatan wirausaha mereka. Dalam
mengelola sumber daya manusiapun harus kita perhatikan secara seksama :
a.
Menempatkan
personalia
Karyawan merupakan
harta penting dalam bisnis manapun, dan sukses anda akan tergantung pada
beberapa karyawan saja. Jika bisnis anda kecil, maka semua karyawan anda adalah
karyawan inti. Karyawanitu penting karena melalui karyawanlah anda akan
mencapai tujuan anda.
Memilih karyawan
inti merupakan salah satu tugas wirausahawan yang paling penting. Mengkin anda
mempunyai karyawan yang berbakat menjadi pemimpin. Mengadakan promosi dari
dalam adalah hal yang baik karena hal ini akan menjadi motivasi bagi karyawan
anda untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.
Komunikasikan
kebutuhan anda akan karyawan secara luas, karena anda tidak pernah tahu kapan
dan dimana anda akan dapat berhubungan dengan karyawan potensial, yang memiliki
kemampuan luar biasa. Semakin banyak calon yang dapat diseleksi, semakin baik
pilihan anda.
b.
Pelatihan
c.
Pembekal
(Pensuplai)
d.
Teknologi
·
Hasil
Observasi;
Cara yang ditempuh pemimpin
dalam membangun competitive advantage antara
lain melalui :
1)
Bussiness plan,
ü
Pemimpin dan staf beupaya untuk mencari investor untuk
mendirikan cabang-cabang baru bimbel SOLUSI. Upaya yang dilakukan adalah
meyakinkan calon investor bahwa dana membeli cabang dan dana operasional yang
dibutuhkan lebih kecil jika dibandingkan untuk membuka cabang bimbel lainnya,
namun dapat menghasilkan omzet dan laba yang lebih tinggi.
ü
Masing-masing divisi menyiapkan plan untuk menyusun apa
saja yang ingin dikerjakan dan dicapai kemudian dilakukan evaluasi.
ü
Untuk memiliki satu cabang fran-chise investor hanya
dikenakan biaya sebesar Rp. 7.000.000,- per tahun dan royalti fee sebesar 6,5 %
pertahun dari omzet (penghasilan kotor).
ü
Memberikan harga yang terjangkau bagi jika calon siswa ,
namun tidak melupakan tetap memberikan kualitas pengajaran yang berkualitas.
ü
Memberikan tunjangan dan bonus bagi staf dan tutor
terdapat kelebihan keuntungan agar mereka semakin termotivasi dan semangat
dalam bekerja.
2)
Marketing plan,
Strategi untuk mempromosikan
bimbel SOLUSI, pemimpin dan staf tidak hanya membagikan brosur, tetapi pihak
bimbel melakukan:
ü
negosiasi dengan pihak sekolah agar diizinkan untuk melakukan presentasi,
try out bimbel, keunggulan bimbel di sekolah tersebut untuk menarik minat calon
peserta bimbel.
ü
Senantiasa melakukan inovasi dan bekerja sama dengan
pihak sekolah contohnya dalam bidang KIR (karya tulis ilmiah)
ü
Melakukan SMS (Seminar Motivasi Solusi) untuk menarik
target siswa lebih banyak.
3)
Human Resources
Plan
Bimbel ini
memiliki struktur organisasi terdiri atas:
a.
ketua yayasan dan 2 wakil ketua yayasan bertugas memimpin
bimbel, memimpin rapat, memunculkan inovasi, memotivasi serta mengawasi kinerja
masing-masing divisi.
b.
2 orang divisi SDM bertugas secara keseluruhan mengatur
pengajar atau tutor, bagian administrasi, kepala cabang,
c.
divisi marketing terdiri dari 1 orang bertugas untuk
mempromosikan bimbel kepada masyarakat guna menarik banyak siswa untuk
bergabung dengan bimbel,
d.
divisi program terdiri dari 1 orang bertugas mengatur
bagian akademik termasuk mengatur jadwal,
e.
divisi keuangan 1 orang berperan sebagai bendahara umums
pusat, divisi humas 1 orang sebagai pusat informasi, pelayanan dan pengembangan
bimbel,
f.
divisi operasional
2 orang bertugas mengatur operasional kegiatan bimbel.
Keseluruhan
struktur tersebut memiliki tugas dan wewenang masing-masing namun tetap
bersinergi satu sama lain dalam mencapai tujuan, yaitu salah satunya
menciptakan bimbel yang bisa dinikmati oleh kalangan menengah kebawah, namun
tidak menutup kemungkinan hingga mengengah ke atas.
Guna meningkatkan
nilai jual dan dapat bersaing dengan bimbel lain, hal yang dilakukan adalah
dengan menyediakan :
ü
Pengajar berkualitas, hasil seleksi dari
mahasiswa-mahasiswa yang berasal perguruan tinggi negeri
ü
Secara berkala melakukan training dan seminar untuk para
tutor bimbel
ü
Sistem pembagian kerja tutor :
·
Tutor tetap Setiap bulan 50 shift (per shift 100 menit)
atau 2-3 shift/hari
·
Tutor semitetap Setiap bulan 25 shift (per shift 100
menit) atau 2-3 shift/hari
ü
Pemimpin melakukan
pendekatan personal ketika staf tidak bisa hadir atau jika melakukan kesalahan
dengan cara bertanya dan mendengarkan alasan dari stafnya tersebut kemudian
memberikan nasehat agar lebih disiplin dan lebih loyal.
ü
Pemimpin memberikan motivasi dalam setiap kegiatan kerja
ü
Dilaksanakannya kegiatan rutin sebelum bekerja dimulai,
yaitu pengajian untuk staf dan pendiri (tilawah minimal 2 lembar) ini juga
sebagai sarana untuk evaluasi, ibadah harian, tausiah, dan ditutup dengan doa
bersama.
0 komentar:
Posting Komentar